yang lalu lalu

Tuesday, July 20, 2010

pentingnya mengenal jenis2 transceiver di jaringan

saya teringat awal-awal menjadi konsultan jaringan. pada saat itu di hadapan saya ada beberapa biji SFP. kemudian saya ambil sebuah. ketika melihat2 seputaran SFP dengan santai dan sempat menggumam di dalam hati "hhhhmmm.. betapa imutnya transciever ini??", teman kerja saya berinisial AT datang menghampiri dan berkata "kamu tau ga itu SFP pake kabel fibre single-mode atau multi-mode?". "eng i eng i eng.. tet teret tetet.. weleh weleh weleh" SFP yang tadinya imut, manis dan membahagiakan berubah menjadi malapetaka. SFPpun kembali diputar2, tetapi sekarang lebih serius. berharap ada satu clue yang bisa didapat. saya menggumam lagi di dalam hati "walaupun udah diputar seratus kali.. koq ga ada tulisannya ya single mode atau multimode?". disaat termenung bak patung di gunung temanggung, tiba2 teman berinsial AL nyeletuk "itu pake multimode pak". dengan tersentak kaget bagaikan mendengar halilintar yang menyambar, saya bertanya ke AL "koq bisa tau pak?" dalam hati saya berharap dia akan menjawab "cuma nebak aja koq" atau "saya barusan aja ngesms pak dukun dengan cara ketik REG DUKUN kirim ke 8888". apa yang saya harapkan ternyata tak terkabulkan. jawaban sungguh singkat. Tidak dengan memberikanku jurnal2 atau laporan2 penelitian. AL hanya berujar "liat aja jenis partnya" saya pikir saya yang buta huruf, tidak bisa membaca tulisan "multimode" atau "MM" di part numbernya. saya lihat sekali lagi. kali ini saya pelototin. Tapi koq yang kebaca tetap bukan "multimode". dengan pantang menyerah, saya coba lagi ala melihat gambar 3D. sial saya tetap aja ga bisa melihat. malah mata saya yang semakin sakit, tegang dan perih karenanya. yang saya baca tetaplah "SFP-SX". mungkin karena kasian melihat saya yang daritadi kaya orang yang sedang nahan buang air besar, AL akhirnya ngasi tau "SX tu tandanya multimode" dan saya disuruh liat tentang itu SFP. dengan semangat menggebu2 saya berkonsultasi dengan mbah google. dibantu mbah google, saya akhirnya mengetahui beberapa bentuk transceiver, standard yang digunakan dan info2 lainnya.

Contoh SFP-SX


Ini dia pengalaman berharga lainnya yang menimpa teman saya, katakanlah XYZ (maaf kalau yang ini tidak bisa diberi inisial yang asli). beliau mencoba mengganti supervisor engine WS-SUP32-GE-3B dengan 1 Gbps uplink ke supervisor enginer WS-SUP32-10GE-3B dengan 10 Gbps. tanpa mengecek jenis transceiver yang harus digunakan. beliau menggunakan jenis X2-10GB-LR. mungkin karna beliau sering dengarnya kalau transceiver 10 Gbps untuk produk cisco itu ya makenya jenis itu. beliau share masalahnya ke kita2. XYZ berkata "waktu migrasi ngeganti module, transciever saya ga nyala, padahal udah saya colokin ke tempat yang semestinya" dengan tampang lebih serius, beliau melanjutkan "malah udah sayang goyang2 lagi.. walaupun ga sampe goyang ngebor atau gergaji.. tapi tetap aja LEDnya ga nyala" nah... waktu itu saya kebetulan ada disitu. penasaran dengan cerita beliau. trus saya liat2 ke supervisor enginenya. saya shock bukan kepalang. karna mestinya make Xenpak koq yang dipake malah X2, tepatnya XENPAK-10GB-LR karna kita make kabel fibre single-mode. memang kalo diliat dari lebarnya, Xenpak dan X2 sih hampir sama. Xenpak dan X2 make konektor SC. tapi kalau dari panjangnya jelas beda. Xenpak hampir 50% lebih panjang daripada X2. trus cara masangnya juga beda. Xenpak ada sekrupnya sedangkan X2 cuma main ceklek saja.


Contoh X2 (atas) dan Xenpak (bawah)

Dari pengalaman diatas, dapat dipetik hikmah, kalau ngerjain jaringan secara keseluruhan dalam artian sampe harus ngerjain "physical layer", perhatikan masalah transceiver ini. ada beberapa yang harus kita akrabin nama2nya. mulai dari bentuk si transceiver, medianya sampai jenis konektornya.

0 comments: